My Instagram

Menikmati Sensasi Keindahan Alami Air Terjun Njumeg di Antara Tebing-Tebing yang Menjulang Tinggi

Indonesia merupakan Negeri yang kaya akan budaya dan pesona alamnya. Letak Indonesia yang strategis memicu kondisi alam yang beranekaragam rupanya. Mulai wilayah lautan, dataran rendah hingga dataran tinggi memiliki pesona keindahan alam yang kaya raya. Keadaan alam Indonesia seperti ini dapat menjadi acuan untuk mendorong perekonomian Negara dalam sektor pariwisata. Potensi alam di Indonesia meliputi potensi pantai, pegunungan, danau, air terjun dan lain-lain.
Air terjun merupakan suatu kondisi alam yang terjadi akibat perbedaan keadaan geografis alam dimana terdapat air yang terjun atau jatuh dari atas tebing hingga membuat sebuah kolam atau kumpulan air di bawahnya. Apabila airnya meluap maka akan mengalir menjadi sungai kecil. Kabupaten Blitar memiliki banyak air terjun yang mempesona, misalnya Air Terjun Coban Wilis, Air Terjun Ondo Rante, Wana Tirta Kencana, serta yang baru-baru ini ter-ekspos adalah Air Terjun Njumeg.


Sumber: Dokumen Pribadi
            Air Terjun Njumeg merupakan salah satu dari rentetan potensi alam yang berada di Kecamatan Wates. Tepatnya air terjun ini berada di Dusun Ringinsari, Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates. Lokasi air terjun masih asri atau belum mendapat sentuhan pembangunan dari pemerintah. Namun, pemandangan air terjun dan sekelilingnya yang masih alami seperti ini menjadikan daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang mengunjunginya. Ketika di lokasi maka pengunjung akan berada di antara tebing-tebing yang menjulang tinggi dengan disuguhkan rimbunnya pepohonan yang berada di atas tebing. Air terjun ini memiliki ketinggian kira- kira 15 meter dengan kedalaman air di bawahnya sekitar 15 sampai 20 meter yang diukur menggunakan sebatang pohon bambu. Menurut masyarakat Wates kolam yang berada di bawah air terjun tersebut terdapat sebuah goa. Namun, untuk kebenarannya masih belum bisa dibuktikan karena keadaan kolam yang begitu dalam. Tidak hanya air terjun, pengunjung juga dapat menikmati aliran sungai yang tipis dan tidak terlalu deras.
Sumber: Dokumen Pribadi
            Akses untuk sampai di Air Terjun Jumeg, pengunjung akan menempuh perjalanan sekitar 20 menit dari pusat Kecamatan Wates dengan merasakan perjalanan yang cukup melelahkan serta jalur yang tergolong off road. Jalan yang macadam dengan tanah akan sulit dilewati pada musim hujan. Maka disarankan kepada pengunjung untuk tidak mengunjungi Air Terjun Jumeg pada musim hujan. Ketika musim hujan kondisi jalan yang basah sangat beresiko tinggi bagi pengunjung. Lagi pula pada musim hujan air di bawah air terjun akan berubah menjadi keruh dan tidak seindah pada waktu musim kemarau. Rute jalan yang berliku dan banyak melewati lajur yang sempit membuat pengunjung lebih memilih menggunakan motor. Di tempat tersebut juga hanya terdapat satu lahan parkir dan itu pun di rumah warga satu-satunya yang berada di daerah tersebut. Pemilik rumah hanya mematok biaya parkir secara sukarela dari pengunjung. Meskipun seperti itu bagi pengunjung tidak usah khawatir mengenai keamanan kendarannya, karena pemilik rumah juga memperhatikan keamanan motor dan helm pengunjung yang memakirkan kendaraannya. Setelah memarkirkan kendaraan pengunjung harus turun dari ladang masyarakat dengan melewati jalan setapak yang berada di belakang rumah tersebut. Jalan yang sedikit curam dan sempit di antara kebun ketela membuat orang yang melintasinya harus extra hati-hati. Bagi orang-orang yang memiliki kegemaran travelling akan mendapatkan kesenangan pribadi jika merasakan perjalanan off road  untuk dapat menikmati pesona alam Air Terjun Jumeg tersebut.

www.blitarkab.go.id


Tidak ada komentar